Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

06 Agustus 2007

Letak Nilai Kasih Allah swt. Pada Ketidakberpuasaan Seseorang


Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:

“MENURUT pendapat saya, jika seseorang berdoa kepada Allah swt. dengan segala ketulusan, memohon agar ia tidak diasingkan dari berkat-berkat bulan Ramadan, maka ia tidak akan diasingkan. Jika kemudian yang bersangkutan jatuh sakit dalam bulan Ramadan, maka sakitnya menjadi sumber rahmat baginya karena nilai setiap tindakan ditentukan oleh niat yang mendasari. Sepatutnya bagi orang-orang beriman adalah: Jika ia bisa membuktikan diri bahwa ia memiliki keberanian di jalan Allah swt..

Malfûzhât Jilid IV, Additional Nâzhir Isyâ’at London,1984, h. 258-260; The Essence of Islam Vol. II, Islam International Publication Limited Surrey-UK, halaman 314-315; Penerjemah: Abdul Qayum Khalid

[/SHA]

05 Agustus 2007

Luput Tidaknya "Pahala Puasa" Bagi Yang Tidak Puasa

SESORANG yang sepenuh hati bertekad untuk melaksanakan puasa, tetapi terhalang karena sakit yang yang diderita sedangkan hatinya sangat ingin mengerjakan puasa tersebut, ia tidak akan mahrum dari rahmat pelaksanaan puasa, dan para malaikatlah yang menggantikannya berpuasa. Hal ini merupakan suatu hal yang pelik. Jika seseorang merasa berpuasa itu sulit karena kemalasan rohaninya dan berkhayal bahwa ia sedang kurang sehat sehingga tidak boleh melewatkan waktu makan karena dianggapnya akan membawa berbagai penyakit, maka orang seperti ini jika menganggap rahmat Tuhan akan tetap berada di sisinya, sesungguhnya, ia tidak berhak atas pahala rohani apa pun.

--Malfûzhât Jilid IV, Additional Nazhir Isyaat London, 1984, halaman 258-260; The Essence of Islam Volume II, Islam International Publication Limited Surrey-UK, halaman 314-315; Penerjemah: Abdul Qayum Khalid.